Terpaan Angin Kencang Lemparkan Atap Kelas SDN 2 Sapih, Nakes Tanggap Tangani Siswa

Keterangan Gambar : Salah satu siswa terkena asbes dampak angin kencang
Newwartaindonesia com/Probolinggo — Potensi cuaca yang belum menunjukkan kondisi yang stabil hampir dialami sejumlah daerah. Hal ini yang juga menimpa Desa Sapih Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo., Jumat (24/1).
Bencana alam berupa angin kencang memporakporandaka sebagian wilayah desa tersebut, termasuk meninpa lembaga pendidikan. Asbes di ruang kelas VI SDN 2 Sapih rusak dan terbawa angin hingga menimpa salah seorang murid yang sedang berada di lingkungan sekolah.
Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan guru dan siswa. Beruntung, kejadian itu tidak menimbulkan korban luka berat. Berdasarkan laporan awal, siswa yang tertimpa asbes mengalami luka ringan di bagian kanan tubuh tanpa adanya perdarahan.
Begitu juga tenaga Kesehatan (Nakes) Desa Sapih segera respek yang ditunjukkan dengan mendatangi lokasi kejadian. Informasi awal diterima dari Kepala Puskesmas, yang kemudian diteruskan kepada Nakes Desa Sapih untuk dilakukan penanganan darurat.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju sekolah. Dari hasil pemeriksaan, kondisi anak stabil, hanya mengalami luka ringan dan tidak ada luka terbuka,” ujar Bidan Fijriah Oktavia Irsadi, yang akrab disapa Bu Fifi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Fifi menjelaskan, sebelum melakukan tindakan medis, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan salah satu guru SDN 2 Sapih yang menyampaikan bahwa asbes atap kelas VI rusak akibat terpaan angin kencang dan menimpa murid. Penanganan pertama pun langsung dilakukan di lokasi untuk memastikan tidak ada cedera lanjutan.
Koordinasi yang cukup baik dari sejumlah pihak menjadikan menanganan peristiwa ini berjalan cepat. Pemerintah Kabupaten Probolinggo, pihak sekolah SDN 2 Sapih, serta Nakes Desa Sapih menunjukkan respons yang cepat dan sinergis dalam menghadapi situasi darurat tersebut. (Sf)







