Miris, Masih Ada Ruas Jalan Rusak Dampak Pembagunan Tol Probowangi

Newwartaindonesia.com/Probolinggo - Setelah diadakannya rapat koordinasi perbaikan ruas jalan rusak terdampak pembangunan Tol Probowangi pada hari Senin 16 Desember 2024 di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Dari 13 ruas jalan rusak yang tercover dalam pembahasan rapat koordinasi tersebut, masih ada ruas jalan rusak yang tidak tercover dalam pembahasan tersebut. Salah satunya adalah Jalan di Desa Ganting Wetan kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Jalan desa di Ganting Wetan merupakan jalan akses dari masyarakat Ganting Wetan menuju Desa Suko, akses menuju Genggong. Intensitas pergerakan masyarakat dari dan ke Desa Ganting Wetan sangat tinggi. Dengan adanya kerusakan ruas jalan tersebut masyarakat sangat terganggu. Untuk meminimalisir keluhan masyarakat Kepala Desa Ganting Wetan berinisiatif untuk melakukan kerja bakti bersama masyarakat sekitar.

Seperti hasil pantauan media ini pada hari Selasa (17/12), Kepala Desa Ganting Wetan Suherman mengerahkan perangkat dan masyarakat sekitar untuk melakukan perawatan jalan rusak di depan bekas tambang galian C milik PT. Indo Mining Perkasa. "Saya beserta masyarakat melakukan kerja bakti ini demi kenyamanan para pengguna jalan ini", terang Suherman. "Jalan ini dulunya dipergunakan oleh PT. Indo Mining Perkasa untuk akses angkutan material tambangnya", imbuhnya.

Kepala Desa Ganting Wetan ini juga telah menyampaikan keluhan kepada PT. Adhi Karya selaku pelaksana paket 1 Tol Probowangi, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.
Rupanya masih ada ruas jalan rusak yang tidak tersentuh rencana perbaikan dari Maincount Proyek Tol Probowangi maupun dari Pemkab Probolinggo. Dampak dari kegiatan pembangunan jalan tol Probowangi ini tidak hanya keluhan pada ruas jalan yang rusak, tetapi juga pada lahan pertanian yang belum di reklamasi oleh para pemilik tambang galian C. Hal ini akan dijadikan topik tersendiri dalam pemberitaan newwartaindonesia.com (B2L)







