Longsor di Desa Kalidandan,Butuh Perhatian Semua Pihak

WartaSatuindonesia.com,Probolinggo
Akibat diguyur hujan ber jam-jam tebing setinggi 15 meter longsor. Akibatnya, jalan Desa setempat tertutup longsoran tanah.
Peristiwa itu terjadi di Desa Kalidandan Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo pada Selasa malam rabu (7/2/2023).
Kusnadi, Kepala Desa Kalidandan mengatakan bahwa kejadian longsor ini sudah kesekian kalinya,"Longsor pertama pada minggu 29 Januari 2022. Terjadi longsor susulan di tempat yang sama pada Jumat 3 februari 2023 sekitar pukul 03.00 WIB, dan ini longsor yang ke tiga. Semuga tidak ada hujan lebat lagi, hawatir terjadi longsor susulan", ungkapnya.

Kusnadi menambahkan, "sejak longsor pertama warga bergotong royong membersihkan jalan yang tertimbun tanah dan bebatuan. Alhamdulillah warga kami kompak ber gotong royong atas kejadian itu". Lanjut Kusnadi
Dari pantauan media Warta Satu, longsor tersebut mengakibatkan jalan lumpuh total dari arah dusun Krajan menuju dusun Klompangan. Menurut warga setempat tidak ada korban jiwa atas musibah ini.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, tapi kerugian diperkirakan mencapai seratus juta lebih sebab, tanggul penahan tanah (TPT) yang dibangun pemerintah desa rusak terkena longsoran tanah". Terang warga setempat

Rosid tokoh masyarakat setempat berharap agar semua pihak memberikan perhatiannya untuk mengatasi longsor di wilayah ini. Tak hanya dari masyarakat dan pemerintah desa melainkan juga dari instansi terkait, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan pihak terkait lainnya.
"Kami juga berharap Plt. Bupati Probolinggo, juga ikut serta memikirkan akan hal ini," harapnya.
Jika hal tersebut tidak segera ditangani oleh pihak terkait tambah Rosid, maka jika terjadi longsor lagi beberapa rumah sekitar TKP akan ambruk.
"Warga hawatir akan adanya longsor susulan, sebab membahayakan beberapa rumah sekitar kejadian. Bisa-bisa ambruk semua,"pungkas tokoh muda ini.(ar)







