Lakukan Penyekatan, Cara Koramil Paiton Mengantisipasi Meluasnya PMK

Wartasatuindonesia.com.Probolinggo
Upaya Kodim 0820 Probolinggo yang terus mengerahkan Babinsa jajarannya guna memperketat pos pam penyekatan dan pengendalian guna meminimalisir persebaran Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Probolinggo patut diapresiasi.
Hal ini juga dilakukan oleh Koramil 0820/ 16 Paiton bersama pemerintah dalam mencegah dan mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Salah satunya melalui Kegiatan operasi penyekatan dilaksanakan di Tempat Sandar Kapal Nelayan TPI Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Probolinggo, Selasa (25/10/2022).
Dalam kegiatan penyekatan yang melibatkan petugas gabungan dari instansi terkait diantaranya Koramil 0820/ 16 Paiton, Kamla TNI- AL, Polsek Paiton, Dinas Perikanan dan Pelabuhan serta Satpol PP.
Di sela kegiatan Serda Haris, Babinsa Koramil 0820/ 16 Paiton menyampaikan, “Para petugas di lapangan harus ketat dan teliti terhadap setiap kapal yang sandar, apabila ditemui kapal bermuatan hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan lain-lainya untuk di arahkan ke posko pemeriksaan,” tuturnya.
Serda Haris mengajak seluruh nelayan dan pengguna jasa penyeberangan laut agar tidak mengangkut hewan ternak dari luar pulau, untuk memutus rantai penularan PMK serta menghimbau kepada seluruh nelayan pengguna jasa penyeberangan ,apabila mengangkut hewan ternak harus disertai surat kesehatan dari dinas kesehatan setempat.
Serda Haris juga mengajak dan berharap semua lapisan masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menanggulangi wabah PMK ini. “Support dan kerjasama dari masyarakat sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah dalam mengatasi PMK dapat membuahkan hasil yang maksimal,”ujarnya.
Lebih lanjut Bintara ini menambahkan "Apabila dalam pemeriksaan tersebut Nelayan atau pengguna jasa penyebrangan laut yang tidak dapat menunjukan surat keterangan sehat hewan ternaknya dari Dinas terkait, maka kapal tersebut harus putar balik, Harapannya hewan ternak yang ada di Probolinggo terhindar dari wabah (PMK) dan menghasilkan daging yang berkualitas, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pemilik hewan ternak,”pungkasnya. (Sf/Tim)







