Kades Gondosuli di Somasi Lembaga Penegak Demokrasi (LPD)

Wartasatuindonesia.com,Probolinggo
Sebagai control, Investigasi terus gencar dilakukan oleh Tim LSM LPD dibawah komando Abdul Asiz untuk pengawasan dalam segala aspek. Setelah sempat melayangkan surat somasi kepada Kades Kertonegoro Kecamatan Pakuniran atas rangkap jabatan, kali ini giliran Muhammad Kades Gondosuli Kecamatan Pakuniran yang mendapatkan surat somasi dari LSM LPD Kabupaten Probolinggo.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Abdul Asiz selaku Ketua LPD kepada wartawan ini."Minggu lalu kami juga mengirim surat somasi kepada kades Gondosuli yang isinya permohonan klarifikasi atas temuan tim kami dilapangan soal dugaan Korupsi DD dan ADD tahun anggaran 2019."terang Asiz (sapaan akrabnya). Sabtu (10/12).
Lebih lanjut Asiz menjelaskan."Berdasar pengaduan yang kami terima, bahwa pada tahun 2019 ada anggaran dari ADD untuk kegiatan penanggulangan bencana alam sebesar Rp.13.725.540. Kegiatan ini fiktif, tujuannya hanya untuk menyerap anggaran. Sebab, seingat kami bencana alam di Gondosuli pada tahun 2019 tidak ada. Bahkan ada anggaran dana desa (DD) sebesar Rp.7.583.740 untuk kegiatan Pelatihan tata boga. Kegiatan ini juga diduga fiktif."jelasnya.
Dilanjutkan."Tahun 2019 kegiatan yang juga diduga fiktif adalah anggaran dari DD untuk kegiatan sosialisasi perlindungan anak Rp.18.500.000. Kegiatan pembinaan lembaga adat sebesar Rp.16.700.000. Serta dana untuk karang taruna yang bersumber dari ADD 2019 sebesar Rp.16.375.000. Kegiatan ini diduga tidak disalurkan kepada lembaga karang taruna Desa Gondosuli. Termasuk belanja lapangan tenis meja yang dianggarkan melalui DD 2019. Dimana waktu itu ada 3 Buah lapangan tenis meja yang dibeli. Pertanyaan kami dimana keberadaannya saat ini. Anggarannya Rp.10.500.000."tambahnya.
"Dalam surat yang kami layangkan juga klarifikasi tentang anggaran ADD sebesar Rp.35.000.000. Untuk pengadaan Gardu Poskamling sebanyak 7 unit @7.000.000. Diduga ada rekayasa harga/penggelembungan harga satuan pada pembelian Gardu Poskamling."pungkas Asiz.
Muhammad membenarkan kalau dirinya mendapat surat somasi berisi permohonan klarifikasi dari LSM LPD."Kegiatan yang ditanya sudah saya jawab, sebab semua kegiatan yang diklarifikasi sudah usai semua dilaksanakan, dan sudah saya jelaskan ketika ketemu Asiz,"jelasnya
Sementara itu Imron Rosyadi selaku camat Pakuniran ketika ditanya berkaitan dengan beberapa persoalan di wilayah kecamatan pakuniran mengatakan,"ya saya juga kurang paham juga ada apa antara kades dengan rekan media/lembaga,"Katanya lewat pesan singkatnya.(har)







