Gugurnya Cakades Tempeh Tengah Memunculkan Polemik, Ketum TKN Wacanakan Gugat Panitia

Wartasatuindonesia.com,Lumajang
Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di kabupaten Lumajang Jawa Timur yang akan digelar 27 September 2023 mendatang ternyata masih tidak lepas dari polemik yang ada dimasyarakat. Ironisnya justru diduga polemik ini dipicu tidak profesionalnya pihak panitia pilkades dalam menetapkan calon yang akan berlaga dalam ajang pilkades tersebut.
Seperti adanya dugaan indikasi permainan antara panitia dan calon di desa Tempeh Tengah kecamatan Tempeh kabupaten Lumajang yang dinilai memunculkan ketidakpuasan dari calon yang tidak lolos. Seperti diketahui, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar di kabupaten tersebut melibatkan 8 Desa dari empat Kecamatan yang salah satunya adalah desa Tempeh Tengah.
Ada hal yang cukup janggal dirasakan 3 calon yang oleh panitia pilkades setempat dinyatakan gugur. Meski secara teknis, mereka telah melalui mekanisme yang ditentukan berdasar Perbup, namun indikasi dugaan ketidakadilan sangat jelas diperlihatkan oleh oknum panitia dalam meloloskan kandidat cakades. Kenyataan ini dirasakan oleh Ketua DPC Tapal Kuda Nusantara (TKN) Kabupaten Lumajang Noto yang dalam momen tersebut juga mencalonkan diri.
Perlu diketahui, didesa Tempeh Tengah terdapat 8 orang Cakades yang mendaftar dan mengikuti tahapan demi tahapan yang di laksanakan oleh para kandidat calon. Begitu juga dengna panitia yang telah melakukan seleksi cukup ketat, termasuk persyaratan bagi semua Cakades. Sebelum penetapan Cakades, mereka harus melalui mekanisme yang menjadi ketentuan guna menjaring 5 calon dengan mengikuti tes tertulis yang bertempat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Lumajang, mengingat melebihi aturan 8 calon harus dilakukan tes tertulis guna menetapkan 5 calon terbaik, dan dipastikan 3 calon harus gugur.
Hal ini juga disampaikan oleh Hamsali, Ketua Panitia Pemilihan Cakades Tempeh Tengah yang mengatakan bahwa dari hasil tes tersebut ada 5 calon yang masuk dan ini memunculkan hasil penetapan per tanggal 31 Agustus 2023 antara lain ; 1. Mochamad Mashudi, 2. Susi Agustinah, 3. Anisah Nurullia S, 4. Rini Wulan Ndari dan 5. Moh. Mansyur Sah. Adapun 3 orang calon yakni, Noto, Swojo dan Dwi dinyatakan gugur alias tidak lolos.
Bisa dipastikan jika ke 5 orang inilah yang berhak untuk ikut pada putaran berikutnya diajang Pilkades di desa Tempeh Tengah 27 September mendatang. Hamsali berasumsi jika ketiganya dianggap gugur karena dari segi usia dan lainya, Yang dimaksud tereleminasi itu adalah seleksi lanjutan di lakukan oleh panitia kabupaten, ya tadi itu hasilnya antara lain penilaian termasuk ijazah, dan penilaian umur, pengalaman kerja, yang terakhir penilaian tes tadi, dan nilai itu di rangkum, karena menurut Perbupnya minimal harus lima calon, karena ada 8 calon akhirnya kita lakukan tes tulis, yang 3 harus gugur tereliminasi mas, jelasnya melalui sambungan seluler.
Disisi lain Noto yang juga Ketua DPC TKN Kabupaten Lumajang yang mensinyalir tidak lolosnya dia dalam pencalonan pilkades tersebut lebih disebabkan adanya dugaan, bahwa ini semua mengindikasikan konspirasi permainan antara Panitia dan calon-calon yang di loloskan, ia akan mempersoalkan hasil tes ini, dan pihaknya akan mengambil langkah setelah berkoordinasi dengan Ketua Umum TKN.
Saya tidak terima kalau di gugurkan dan semua persyaratan dari awal sudah kita ikuti, setelah tes saya langsung keluar dan tidak menanda tangani berkasnya, itu ada dugaan kecurangan baik panitia juga calon-calon yang di loloskan,Tegasnya dengan nada tinggi, Jumat (01/9).
Noto yang diperkuat oleh pendukungnya akan mengambil langkah demi mendapatkan keadilan, Kalau panitia mempersoalkan umur, apa di Perbup ada batasan umur, dan terkait lainnya, ini sudah jelas panitia tidak fair dan disinyalir adanya aroma permainan dengan semua ini, agar saya dan Swojo juga Dwi sengaja dijegal dan tidak di loloskan,ungkapnya.
Prasetyo Eko Karso, Ketua Umum Tapal Kuda Nusantara (TKN), begitu mendengar dan menelaah persoalan yang dialami Ketua DPC TKN Lumajang, bersama timnya segera akan mengambil langkah tegas dan turun kewilayah yang dimaksud, mengingat ada sesuatu yang tersirat bahwa ini ada dugaan konspirasi masiv yang mengarah pada kecurangan dalam proses penjaringan cakades.
“Kita akan turun membantu DPC TKN Lumajang, kalau perlu kita akan gugat panitia pemilihan itu, juga panitia Kabupaten. Jelas disitu ada dugaan kecurangan, sengaja panitia menggugurkan ketiga calon karena hal lain, ini jelas pengeberian demokrasi, tegas pria yang akrab disapa Eko ini. (tim)







