Apakah Karena Efisiensi Anggaran, Warga Desa Sumber Secang Satu Bulan Terisolasi

By Admin 02 Apr 2025, 17:11:27 WIB Daerah
Apakah Karena Efisiensi Anggaran, Warga Desa Sumber Secang Satu Bulan Terisolasi

Newwartaindonesia.com

Probolinggo - Setelah satu bulan putusnya jembatan penghubung di Desa Sumber Secang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo warga masyarakat Desa Sumber Secang tidak dapat melajukan aktifitas sehari hari dengan normal. Pasalnya jembatan yang sudah putus senak satu bulan lalu belum ada penangana dari Pemerintah. Jembatan yang merupakan penguhubung antar desa sekitar tidak dapat digunakan, warga hanya bisa menggunakan jembatan sementara dari bambu, sehingga keadaan ini sangat mengganggu kegiatan perekonomian warga. Kepala Desa Sumber Secang, Sukron Waliyudin, menyampaikan bahwa kondisi ini telah melumpuhkan perekonomian warga dan menghambat aktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan desa dengan wilayah luar, sehingga tanpa jembatan, warga kesulitan menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami sudah menyampaikan secara lisan permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, namun katanya karena adanya efisiensi anggaran atau dana tidak ada, bantuan yang diberikan tidak bisa maksimal. Sementara itu, pembangunan jembatan baru juga terhambat karena merupakan ranah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Sukron Waliyudin. Rabu, 2/04/2025.

Namun sampai saat ini penaganan putusnya jembatan di Desa Sumber Secang ini tidak ada, sepertinya pemerintah kurang memperhatikan warga Desa Sumber Secang. "Kami sudah tidak dihiraukan tidak seperti Desa Desa sebelah," keluh Amir salah seorang warga terdampak.


Dengan adanya hal ini Gubernur LSM LIRA, H. Samsudin, SH menyatakan, seharusnya penangan ini menjadi hal perioritas bagi Pemkab untuk segera malakukan perbaikan. "Dengan adanya bencana tersebut Gubernur LSM Lira Jatim meminta kepada dinas terkait dalam hal ini, untu memperioritaskan penyelesain peoyek ini, karena asa urgensi terhadap kepentingan warga terisolir," terang Samsudin. Selain itu Samsudin juga memerintah kepada Bupati LSM Lira Probolinggo untuk mengawasi secara detail pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan, jika perlu segera laporkan apabila dijumpai pelanggaran pelanggaran oleh pelaksana proyek. "Untuk itu saya perintahkan kepada Bupati Lira untuk melakukan pengawasan detail terhadap pelaksanaan proyek, jangan ragu untuk melaporkan para pelaksana proyek yang menyeleweng," tegasnya.

Kejadian di Desa Sumber Secang merupakan sebuah bencana yang harus mendapat perhatian khusus yang merupakan sebuah taggap darurat.  “Sebagai proyek darurat, seharusnya pengerjaan dilakukan dengan lebih cepat dan optimal. Sayangnya, yang terjadi di lapangan justru tidak mencerminkan urgensi yang ada. Pekerjaan berjalan dalam jam normal, sehingga penyelesaiannya terhambat. Bahkan, jembatan darurat yang telah dibangun kembali rusak akibat banjir,” jelasnya.

Di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati baru (Gus Haris - Ra Faahmi) ini diharapkan OPD OPD di jajaran Pemkab Probolinggo dapat bekerja secara optimal, apabila ada kepala kepala OPD yang tidak dapat menjalkan tugasnya, lebih baik geser dari posisi. 

“Kami akan terus melakukan inspeksi dan kontrol sosial terhadap berbagai proyek pemerintah. Jika proyek dikerjakan dengan baik, masyarakat diuntungkan, dan kontraktor pun dapat bekerja tanpa masalah. Namun, jika ditemukan penyimpangan, maka kami tidak akan ragu untuk mengkritisinya demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (B2L)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment